
Warga Binaan Lapas Produksi Material Beton “Jawara Beton” di Tangerang Banten
Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Tangerang terus menunjukkan hasil positif melalui produksi material beton bertajuk “Jawara Beton”. Program ini melibatkan warga binaan dalam pembuatan berbagai bahan konstruksi seperti paving block, batako, roster, kanstin, hingga panel beton berbasis limbah ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan produktif yang bertujuan memberikan keterampilan kerja nyata bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Program “Jawara Beton” memanfaatkan limbah fly ash and bottom ash (FABA) hasil kerja sama dengan sektor industri untuk diolah menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi tinggi.
Menurut pihak lapas, produksi material beton ini telah berkembang pesat sepanjang 2025 hingga 2026. Dalam satu hari, warga binaan mampu memproduksi hingga 10.000 paving block dan ribuan bata beton lainnya. Produk hasil karya warga binaan bahkan telah digunakan dalam berbagai proyek pembangunan dan penataan fasilitas publik di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Program “Jawara Beton” tidak hanya berfokus pada produksi material bangunan, tetapi juga menjadi sarana pelatihan keterampilan industri bagi warga binaan. Mereka dilibatkan mulai dari proses pencampuran bahan, pencetakan, pengeringan, hingga kontrol kualitas produk. Dengan sistem pembinaan tersebut, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan kerja setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Tangerang, Beni Hidayat, menyebut program ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan warga binaan agar tetap produktif selama menjalani masa pidana. Selain memperoleh pengalaman kerja, para peserta juga mendapatkan premi dari hasil produksi yang disalurkan ke rekening masing-masing.
Produk “Jawara Beton” disebut memiliki standar mutu beton berkualitas dan telah lolos pengujian kekuatan konstruksi. Bahkan, beberapa pengembang properti nasional mulai memanfaatkan hasil produksi tersebut untuk proyek pembangunan perumahan dan infrastruktur.
Melalui inovasi ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berharap pembinaan di lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi dan pembentukan keterampilan kerja yang bermanfaat bagi masa depan warga binaan