Hizbullah Sasar Fasilitas Pertahanan Udara Israel
Kelompok bersenjata Hezbollah kembali meningkatkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer dan pertahanan udara milik Israel di wilayah utara. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel sepanjang 2026.
Dalam beberapa laporan terbaru, Hizbullah dikabarkan meluncurkan roket, drone, hingga rudal presisi yang menargetkan pangkalan militer, sistem radar, serta area pertahanan udara Israel. Salah satu sasaran utama disebut berada di sekitar Haifa dan wilayah Galilea yang menjadi titik penting pertahanan Israel.
Hizbullah menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan pertahanan udara Israel, termasuk sistem pencegat rudal yang selama ini menjadi andalan negara itu menghadapi serangan lintas batas. Analisis keamanan menyebut strategi Hizbullah dilakukan dengan cara membanjiri pertahanan Israel menggunakan serangan simultan roket jarak pendek dan drone untuk menguras kemampuan intersepsi.
Di sisi lain, militer Israel atau IDF langsung merespons dengan melancarkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan Beirut. Israel mengklaim telah menghantam infrastruktur milik Hizbullah, termasuk pusat intelijen, gudang senjata, hingga lokasi peluncuran rudal.
Konflik terbaru ini dipicu meningkatnya ketegangan regional setelah perang Iran-Israel memicu keterlibatan kelompok-kelompok sekutu Iran di Timur Tengah. Hizbullah sendiri beberapa kali menegaskan akan terus menyerang target militer Israel sebagai bentuk dukungan terhadap poros perlawanan di kawasan.
Situasi di perbatasan Lebanon-Israel kini semakin mengkhawatirkan. Serangan balasan terus terjadi hampir setiap hari dan memicu kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan perang terbuka yang lebih luas di Timur Tengah.
